8 Langkah Coaching dengan Model TIRTa

8 Langkah Coaching dengan Model TIRTa 

Coaching dengan model TIRTa (Targeted, Inspiring, Realistic, Timely, and Accountable) adalah pendekatan yang efektif untuk membantu individu mencapai tujuan mereka dengan lebih efisien. Model TIRTa menekankan pada target yang jelas, inspirasi, keterjangkauan, waktu yang tepat, dan akuntabilitas. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan coaching dengan model TIRTa:

 

1. Menetapkan Target (Targeted) 

Langkah pertama dalam coaching dengan model TIRTa adalah menetapkan target atau tujuan yang jelas dan terukur. Pastikan bahwa tujuan tersebut spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan terbatas pada waktu tertentu (SMART).


2. Menciptakan Inspirasi (Inspiring) 

Sebagai seorang coach, tugas Anda adalah menginspirasi klien Anda untuk mencapai tujuan mereka. Bantu mereka mengidentifikasi alasan mengapa tujuan tersebut penting bagi mereka, dan bagaimana mencapainya akan memberi manfaat dalam kehidupan pribadi atau profesional mereka.


3. Menetapkan Target yang Realistis (Realistic) 

Pastikan bahwa target yang ditetapkan dapat dicapai secara realistis berdasarkan keterampilan, sumber daya, dan keterbatasan yang dimiliki klien. Bantu klien untuk memahami tantangan yang mungkin mereka hadapi dan cara mengatasinya.


4. Menentukan Waktu yang Tepat (Timely) 

Atur tenggat waktu yang jelas untuk mencapai target. Waktu yang ditetapkan harus realistis dan memberi cukup waktu bagi klien untuk mencapai tujuan mereka tanpa merasa terlalu tertekan.


5. Menerapkan Akuntabilitas (Accountable) 

Sebagai coach, Anda harus membantu klien untuk tetap bertanggung jawab atas progres mereka. Buatlah rencana tindakan yang spesifik dan dukung klien Anda untuk mengikutinya dengan disiplin.


6. Mendengarkan dan Memberikan Dukungan 

Mendengarkan dengan penuh perhatian adalah kunci dalam coaching. Pastikan Anda memahami kebutuhan dan keinginan klien dengan baik. Selain itu, berikan dukungan yang konstruktif dan dorongan saat klien mengalami kesulitan atau merasa kurang termotivasi.


7. Evaluasi dan Pengukuran 

Selama proses coaching, lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat kemajuan klien menuju tujuan mereka. Gunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan untuk mengukur sejauh mana klien telah mencapai targetnya.

Dengan mengikuti model TIRTa dalam coaching, Anda dapat membantu klien mencapai potensi terbaik mereka dan menghadapi perubahan dengan sikap yang positif dan produktif.

Pastikan untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan dan situasi unik dari masing-masing klien, karena pendekatan coaching yang efektif adalah yang disesuaikan dengan individu yang Anda bantu.


Demikin langkah Coaching model TIRTa yang dapat kami sarankan, selamat mencoba dan semoga berhasil,


Comments